Film Mulan 2020 dan Kritik terhadap Penggambaran Sejarah Tiongkok yang Nyata

Film Mulan 2020 dan Kritik terhadap Penggambaran Sejarah Tiongkok yang Nyata

Film Mulan 2020, yang diproduksi oleh Disney, sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan penggemar film dan kritikus. Sebagai adaptasi dari cerita rakyat Tiongkok yang terkenal. Mulan mencoba untuk membawa kisah heroik seorang wanita yang menyamar sebagai pria untuk menggantikan ayahnya berperang. Namun dengan sentuhan baru yang lebih modern. Meskipun film ini memuat banyak elemen budaya Tiongkok yang kaya. Beberapa pihak merasa bahwa penggambaran sejarah dan budaya dalam film ini tidak sepenuhnya akurat. Artikel ini akan membahas beberapa kritik terhadap film Mulan 2020. Terutama terkait dengan bagaimana film ini menggambarkan sejarah Tiongkok.

Latar Belakang Cerita Mulan

Film Mulan 2020 berdasarkan pada cerita rakyat Tiongkok yang berjudul The Ballad of Mulan. Yang pertama kali muncul di dinasti Northern Wei sekitar abad ke-6. Cerita ini mengisahkan Mulan. Seorang gadis muda yang menyamar sebagai pria untuk menggantikan ayahnya yang sakit dan berjuang di medan perang. Dalam sejarah asli, Mulan dikenal sebagai simbol keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Disney, dalam versinya, menambahkan berbagai elemen fantasi dan menekankan tema kekuatan wanita, namun tetap berusaha mempertahankan nilai-nilai dasar dari cerita tradisional.

Perubahan dalam Adaptasi 2020

Dalam adaptasi 2020, film ini menampilkan beberapa perubahan besar di bandingkan dengan film animasi Mulan yang dirilis pada 1998. Salah satu perbedaan paling mencolok adalah penghilangan unsur musikal dan komedi ringan yang menjadi ciri khas dalam film animasi tersebut. Sebagai gantinya, film ini lebih berfokus pada narasi dramatis dan pertempuran yang lebih realistis. Namun, beberapa perubahan yang di lakukan oleh Disney dalam film ini ternyata menimbulkan kritik. Terutama dari segi penggambaran budaya dan sejarah Tiongkok.

Penggambaran Sejarah Tiongkok yang Tidak Akurat

1. Fokus pada Elemen Fantasi

Salah satu kritik utama terhadap film Mulan 2020 adalah penggambaran unsur-unsur fantasi yang tidak ada dalam sejarah Tiongkok asli. Dalam film ini, Mulan memiliki kemampuan luar biasa yang membuatnya tampak hampir seperti seorang pahlawan super. Terutama dengan kemampuan kung fu yang sangat terampil. Selain itu, karakter Xian Lang, yang di perankan oleh Gong Li, adalah seorang penyihir yang memiliki kemampuan sihir untuk berubah bentuk dan memanipulasi elemen-elemen alam. Unsur-unsur fantasi ini jelas merupakan tambahan yang tidak ada dalam cerita asli. Dan bagi beberapa orang, ini menurunkan kredibilitas film sebagai representasi sejarah.

2. Mengubah Peran Wanita dalam Perang

Di dalam film, Mulan di gambarkan sebagai sosok yang tidak hanya menyamar sebagai pria untuk berperang. Tetapi juga sebagai wanita yang memiliki kemampuan tempur setara dengan prajurit laki-laki. Meskipun hal ini memberikan pesan pemberdayaan wanita. Banyak kritikus yang merasa bahwa film ini tidak mencerminkan kenyataan sejarah Tiongkok. Dalam konteks sejarah, meskipun ada wanita yang berperang di masa lalu, peran mereka lebih terbatas dan jarang di bandingkan dengan laki-laki. Penggambaran Mulan sebagai pahlawan perang yang begitu tangguh dapat di anggap sebagai penyimpangan dari kenyataan sejarah, yang lebih menekankan pada norma sosial dan gender pada masa itu.

Baca Juga:
The French Dispatch Menjadi Film Terbaik Wes Anderson, Gaya Visual dan Cerita yang Memikat di 2026

3. Penghilangan Nuansa Kultural Tiongkok

Salah satu elemen yang sering di keluhkan dalam film Mulan 2020 adalah minimnya representasi elemen-elemen budaya Tiongkok yang khas. Meskipun film ini berusaha untuk menghadirkan budaya Tiongkok. Banyak elemen kunci seperti nilai konfusiusme, keluarga, dan kesetiaan yang tampaknya tidak di gali dengan mendalam. Beberapa aspek tradisi, seperti pengaruh penguasa Tiongkok pada zaman tersebut dan peran keluarga dalam keputusan-keputusan besar. Hanya di singgung secara sekilas, bahkan cenderung di abaikan demi cerita yang lebih fokus pada aksi dan karakter individu.

4. Pendekatan Universal yang Kurang Spesifik

Film Mulan 2020 cenderung mengadopsi pendekatan yang lebih “universal” dalam penggambaran konfliknya, yang sering kali di rasakan tidak sesuai dengan konteks Tiongkok kuno. Alur cerita yang menekankan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan serta pencarian identitas pribadi Mulan sering kali terasa lebih cocok untuk cerita heroik global daripada kisah sejarah Tiongkok yang kaya dan kompleks. Beberapa kritikus berpendapat bahwa film ini lebih mengutamakan nilai-nilai barat, seperti individualisme dan pemberdayaan diri, ketimbang menggali secara mendalam tentang budaya dan sejarah Tiongkok itu sendiri.

Kritikan dari Sejarawan dan Budayawan

Beberapa sejarawan Tiongkok dan budayawan juga memberikan kritik tajam terhadap cara film ini menginterpretasikan sejarah. Mereka berpendapat bahwa meskipun Mulan 2020 mencoba untuk menunjukkan ketangguhan seorang wanita dalam menghadapi norma sosial. Film ini tidak memedulikan aspek penting dari sejarah Tiongkok. Sejarawan Tiongkok, misalnya, menekankan bahwa film ini gagal menunjukkan bagaimana Tiongkok pada masa itu terstruktur secara sosial dan politik, serta mengabaikan peran besar keluarga dan hubungan feodal yang sangat penting pada masa Dinasti Han.

Selain itu, banyak yang merasa bahwa film ini juga melupakan konteks historis terkait perang yang di gambarkan. Meskipun film ini berusaha menggambarkan Tiongkok kuno, latar belakang politik dan militer pada zaman itu tidak banyak di ungkapkan, yang menyebabkan pemirsa merasa bahwa penggambaran tentang kondisi sosial-politik Tiongkok kurang realistis.

Kontroversi Pengambilan Lokasi dan Hubungan dengan Pemerintah Tiongkok

Selain kritik terhadap cerita, film Mulan 2020 juga menuai kontroversi terkait dengan pengambilan lokasi di wilayah Xinjiang, yang di kenal karena pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur. Beberapa pihak menilai bahwa film ini memberikan legitimasi pada kebijakan pemerintah Tiongkok dengan melibatkan lokasi yang terletak di wilayah yang kontroversial tersebut. Meskipun hal ini bukan bagian dari penggambaran sejarah. Namun kontroversi ini menambah ketegangan yang ada sekitar film ini.

Nilai Budaya yang Tetap Ada

Meskipun banyak kritik yang di lontarkan, film Mulan 2020 tetap memiliki nilai budaya yang penting. Nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan yang ada dalam karakter Mulan tetap relevan. Dan meskipun beberapa aspek budaya Tiongkok di abaikan.Film ini masih berhasil membawa elemen-elemen budaya tersebut ke layar lebar. Dengan menampilkan kesetiaan keluarga, pentingnya kehormatan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan. Film ini berhasil membawa banyak penonton lebih dekat dengan budaya Tiongkok.

Secara keseluruhan, Mulan 2020 merupakan film yang menghadirkan banyak pertanyaan terkait akurasi sejarah dan budaya. Meskipun film ini berhasil menyampaikan pesan-pesan universal tentang keberanian dan kekuatan wanita.